BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Tuesday, April 6, 2010

Teknik Bernafas Dibawah Lengan Adalah salahsatu Kesalahan Dalam Renang Gaya Bebas (Freestyle)


Pernapasan dibawah lengan mungkin salah satu dari sedikit kesalahan dalam renang gaya bebas. Dalam renang kesalahan sedikitpun akan mempengaruhi tingkat keefektifan suatu gerakan. Hal ini pernah saya alami ketika baru bisa gaya bebas dan juga sering saya alami selama memberikan pelajaran renang disekolah, club renang maupun kelas privat. Kesalahan ini mungkin pernah Anda alami juga selama belajar maupun mengajarkan renang, kesalahan ini mungkin tidak disadari oleh perenang, bahkan oleh seorang pelatih terutama sebagai seorang pelatih pemula. Akan bisa lebih jelas apabila kita bisa merekam teknik latihan seorang anak tersebut, baik dari atas maupun dari bawah air. akan tetapi untuk melakukan rekaman akan membutuhkan alat yang bisa untuk merekam dengan bagus.
Oleh karena itu dibutuhkan kejelian seorang pelatih melihat teknik gerakan yang dilakukan perenangnya. Proses ini adalah proses belajar seorang pelatih seperti yang saya alami selama ini. Ternyata dengan semakin banyak kesalahan yang dilakukan perenang kita, maka kita akan banyak juga menyelesaikan suatu permasalahan. Sehingga kita akan semakin tahu apa yang seharusnya kita lakukan apabila suatu kesalahan terjadi, tentunya ditambah dengan berbagai proses pendekatan belajar (Approaches Learning Process) .

Sebelum saya memecahkan masalah ini sedikit kita bahas tentang fase gerakan dalam renang gaya bebas (Freestyle):
  • Tahap menangkap (Catch phase), dimana Anda meletakan tangan anda kedalam air dan menangkap air dengan tangan Anda. Pada titik ini anda harus memulai memutar kepala.
  • Fase menarik (Pull phase), dimana Anda menarik air yang tertangkap melewati bahu Anda. pada posisi ini kepala harus dalam posisi yang benar untuk mengambil nafas.
  • Fase dorongan (Push phase), dimana anda mendorong air yaitu setelah melewati bahu Anda, setelah fase tarikan selesai. pada fase ini Anda harus memanfaatkan untuk mengambil keuntungan penuh pada fase ini untuk mengambil nafas dari udara.
  • Tahap Pemulihan (Recovery phase), yaitu tahapan dimana lengan keluar dari air setelah penuh melakukan tahapan dorongan sampai pinggul, dan kembali keposisi awal lagi atau fase menangkap lagi. Pada tahap ini kepala anda seharusnya sudah menghadap kebawah air dan mulai membuang banyak gelembung udara.

Adalah pada tahap terakhir, kesalahan pengambilan nafas terjadi. Ketika perenang mempertahankan posisi untuk mendapatkan udara yang banyak. Untuk menangani masalah ini disarankan seorang anak untuk menahan lengan mereka lebih lama lurus dibelakang dan lengan yang lain yang berada didepan juga menahan lama lurus didepan. Posisi kepala disarankan untuk tetap menempelkan telinga mereka di lengan yang berada didepan. Kemudian pada waktu melakukan ambil nafas disarankan memutar kepala bersamaan dengan lengan pada waktu melakukan tarikan dan dorongan dibawah air sehingga tidak terlambat untuk melakukan teknik bernafas. Jadi pada waktu mengambil nafas yaitu pada waktu sebelum lengan melakukan fase pemulihan (recovery).

Coba lakukan latihan ini untuk diri sendiri atau perenang anda, dan lihat hasilnya.


Mahfudin

Monday, April 5, 2010

Swimming Start Technique

Swimmers spend a lot of time practicing strokes so that technique becomes automatic. Starts are no different and should be practiced accordingly. Every time swimmers step on the block, they should immediately place their feet ready for start; by making this a habit they can’t be rushed into taking their position, their hearing and reflexes should focus on the start signal. For that short space of time, noting else exists but that signal. Adhering to the routine will make every start the same and will minimize the chance of false start while maximizing the reflex response for quick start. Simple, but it work.
The good start is combination of balance and power. By holding under the block and pushing up with legs, a swimmer increases the tension on the required muscles (the stretch-reflex action). This increase in muscle tension, just prior to the signal, yields and increase in explosive power. As the signal goes and the swimmers pull down under the block, the center of gravity moves forward, past the point of balance. At this point the swimmer drive with the legs and throws the arms and head forward to assist in overcoming inertia. He or she drops the head between the arms and hyperextend the body for a clean entry flowing immediately into a fast, narrow butterfly kick. The best starters are fast of the blocks; they get great distance through the air with a clean entry and strong kick. These techniques are not hard to develop; some solid practice will result in much-improved starts.
Since you hold at least 200 and as many as 600 practices a season, it is imperative that you begin each practice with maximum-effort start (Dick Hannula, Nort Thornton - 2001). The plyometric and strengthening benefit will give your swimmers a better start in race. Also, by beginning with some seriousness, you set a positive tone for the remainder a practice.

There are two kinds of start:
  1. Track start: this technique, in which one foot is more forward on the block than other, require tremendous explosion of the arms and the block foot. Swimmers should hyperextend on entry to the water and begin kicking immediately.
  2. Grab start: In the grab start, swimmers work on learning their body mass forward and jumping through their big toe.


Track start and grab start used for Freestyle, Breaststroke, Butterfly and Individual Medley, while For backstroke swimming and medley relays from the water.
Based on two types of start above views of start reaction and start efficiency. From several studies it was found that the average start reaction in almost all events was shorter for TS (Track Start) than for GS (Grab Start). The advantage of TS was significant in a large number of swimming events (http://www.technion.ac.il/~olegbm/paper_18.pdf, P:2).

RULES OF THE START (FINA Swimming Rules Handbook, 2009-2013)

  • The start in Freestyle, Breaststroke, Butterfly and Individual Medley races shall be with a dive. On the long whistle from the referee the swimmers shall step onto the starting platform and remain there. On the starter’s command “take your marks”, they shall immediately take up a starting position with at least one foot at the front of the starting platforms. The position of the hands is not relevant. When all swimmers are stationary, the starter shall give the starting signal.
  • The start in Backstroke and Medley Relay races shall be from the water. At the referee’s first long whistle, the swimmers shall immediately enter the water. At the Referee’s second long whistle the swimmers shall return without undue delay to the starting position. When all swimmers have assumed their starting positions, the starter shall give the command “take your marks”. When all swimmers are stationary, the starter shall give the starting signal.
  • In Olympic Games, World Championships and other FINA events the command “Take your marks” shall be in English and the start shall be by multiple loudspeakers, mounted one at each starting platform.
  • Any swimmer starting before the starting signal has been given, shall be disqualified. If the starting signal sounds before the disqualification is declared, the race shall continue and the swimmer or swimmers shall be disqualified upon completion of the race. If the disqualification is declared before the starting signal, the signal shall not be given, but the remaining swimmers shall be called back and start again. The Referee repeats the starting procedure beginning with the long whistle (the second one for backstroke).
Mahfudin

COMPARING TEACHING METHODS

Aggressive swimming programs use pressure and coercion to achieve rigid goals. The child centered approach is very different, and progresses at the child’s pace (Rob and Kathy McKay,2005 learn to swim, DKPUBLISHING, INC. p14)

GOAL-DOMINATED PROGRAM

CHILD-CENTERED PROGRAM

skill comes first

child comes first

time-frame is rigid and there is pressure to perform

time-frame is flexible and depends on

child’s readiness

force and coercion are used to teach survival skills

gentle guiding and encouragement help a child accomplish goals

teacher is dominant

progress at child’s pace

no-nonsense format

fun, playful learning


Mahfudin

Mainan (Toys) dan Tujuan Pembelajaran dalam renang

Kalau mengunjungi beberapa pusat pendidikan usia dini yang bagus atau pendidikan pada tingkat Primary (Sekolah Dasar) di sekolah bertaraf international Anda akan melihat banyak mainan-mainan (Toys), lagu (Song), dan bentuk-bentuk permainan (games). Semuanya itu bukan hanya sekedar menyediakan alat-alat permainan supaya anak-anak bisa bermain sepuasnya, akan tetapi tetapi semua itu telah digunakan sebagai stimulasi lingkungan belajar siswa. Untuk kelas di air seharusnya tidak berbeda, sehingga di anjurkan untuk menggunakan mainan dan alat bantu untuk membantu anak dalam aktivitas berenang.

Mainan adalah komponen penting dalam program renang. Mainan dapat digunakan untuk mendorong anak untuk melakukan aktivitas, sebagai hadiah (reward), atau sebagai selingan setelah melakukan teknik baru, sebagai aktivitas pemanasan (warm-up) sebelum aktivitas inti maupun pendinginan (colling down) setelah aktivitas supaya tidak menjenuhkan karena kebiasaan melakukan hanya stretching ataupun lari keliling yang menjenuhkan. Olehkarena itu hiasilah latihan di kelas renang anda dengan berbagai asesoris/tambahan dengan beberapa permainan, seperti bola mengapung, ember, permainan menyelam, dll…
Jangan khawatir jika anda tidak memiliki semua itu, sebaiknya anda bisa menggunakan alat seadanya atau modifikasi suatu mainan atau alat-alat rumah tangga.apa saja yang bisa digunkan untuk bermain. Selain menambahkan asesoris tambahan seperti mainan atau yang lainya, ada satu tips lagi yang bisa digunakan yaitu buatlah mainan itu berbagai macam dan yang berwarna terang seperti (merah, hijau, biru, kuning). Dengan berbagai macam mainan dan warna siswa akan terdorong untuk melakukan aktivitas. Kalau anak anak sudah suka dengan semua itu kita akan mudah menyipkan program teknik kedalam permainan tersebut.

Mahfudin

Sunday, April 4, 2010

Swimming Activities in swimming lesson

     Dalam aktivitas berenang siswasiswa tidak hanya di ajarkan sebatas belajar teknik saja.,tetapi yang lebih penting lagi yaitu nilai-nilai yang terkandung didalamnya seperti nilai disiplin (Dicipline), berani mencoba(Risk taker), pemecah masalah (Problem solver), Independence (Mandiri), Kerjasama (Colaborative worker), komitmen (Commitment) dll... Sebuah studi yang dilakukan oleh Profesor Liselott Diem 1974-1976 di German Sports College in Cologne, Jerman, menemukan bahwa anak-anak yang belajar berenang pada usia dini menunjukkan perkembangan dalam:
  • Motor skills (Keterampilan motorik)
  • Reaction time (reflexes) (waktu Reaksi)
  • Power of concentration (focus) (daya konsentrasi/fokus)
  • Intelligence (Intelejen)
  • Social behavior (Perilaku sosial)
  • Social interaction (Interaksi Sosial)
  • Self-confidence (Percaya diri)
  • Independence ( Mandiri)
  • Coping with new and unfamiliar situations (Menghadapi situasi baru atau tidak biasa/asing)
Video dibawah ini beberapa contoh aktivitas yang melibatkan komponen-komponen yang telah disebutkan diatas.











Mahfudin